Pemerhati Pariwisata Indonesia

Tuesday, November 08, 2005

Negara seribu museums

Saya ingin katakan bahwa the UK adalah negara dengan seribu museum. Kalau pulau bali terkenal dengan pulau seribu pura, Inggris adalah negara dengan seribu museum. Museum apa saja ada disana. dan semua museum itu menghasilkan, kalupun tidak menghasilkan , masih ada dana dari penjualan lotere.

Masih segar dalam ingatan saya, ketika berjalan kedaerah-daerah, kalo disini setara kecamatan, di daerah ini terdapat museum, di daerah itu terdapat juga museum. Museumnyapun unik2 adanya, ada museum mesin tik; museum telepon gengam, museum patung lilin, museum tank, museum helikopter, dan museum-museum lainnya.

Kalo di Indonesia museum bersifat statis, dimana orang datng melihat dan brkata oh ya begitu toh!!, dimana anak-anak kecil tidak dapat menikmati. Di Inggris sendiri, terdapat apa yang namanya ilmu intepretasi, dimana ada keinginan pemilik/pengelola museum untuk memperhatikan si kecil while his/her parents enjyoing the scene of the museums. so, the make semcam permainan detektif-detektifan, dimana si kecil disuruh untuk menghitung berapa jumlah burung, lukisan dan hal-hal yang menarik untuk dijelajahi. Si kecil belajar sambil bermain dan orang tua merasa senang karena tidak diganggu oleh si kecil. Pernahkah pemerintah kita memperhatikan sampe sekecil itu, jelas tidak... Boro-boro memperhatikan itu, rakyat miskin aja, banyaknya luar biasa ditambah dengan teroris dimana-mana....

So mari kita lanjutkan, museum di inggris adalah salah satu tempat yang asik buat anak-anak dan orang dewasa. Anak-anak bisa langsung melihat secara langsung ilmu-ilmu yang dia dapat pelajari di buku-buku. semuanya itu bersifat interaktif. Saya jadi teringat, betapa begitu bencinya saya dengan ilmu fisika ketika di SMA, (saya terus mendapatkan nilai 5-6, meskipun ikut les). begitu saya masuk ke museum science and technology , saya jadi mengerti hukum-hukum fisika yang sederhana sampai yang rumit.

Di museum science dan teknologi ini, semua penemuan oleh newton, aristoteles, archimedes dibuat sebagaimana aslinya dan hebatnya lagi anak-anak bisa berinteraksi secara aktif melalui jalan meyentuh, memindahkan, melewati, menggeser..... no wonder anak-anak di eropa lebih rendah tingkatan stressnya dari anak-anak indonesia. bayngkan anak indonesia disuruh membayangkan oleh gurunya tentang prinsip bagaimana pelatuk ditarik dengan rumus gini gitu tanpa memperlihatkan pelatuk itu sendiri. Mereka hanya menggambarkan di papan. anak indonesia dituntu berinajinasi, berkhayal tingkat tinggi.... benar-benar cara belajar yang membosankan. Seperti mengajar cara bermnain bulu tangkis tanpa pernah pegang raket bulu tangkis.....

Saya akan lanjutkan tulisan ttg museum ASAP. "I have a dream, one day we will have a museum for our kids, where our kids no longer needs to imagine the process but see the things live and learn how these things work"

Monday, October 17, 2005

KEmajuan Suatu Bangsa tergantung Pada Mentalitas Bangsa tesebut

Saya sangat percaya dengan kalimat tersebut diatas. Coba anda perhatikian, Bangsa-bangsa yang maju adalah bangsa-bangasa yang letak wilayah/negaranya mengalami 4 musim dan ekstrem. Ambil contoh Jepang dan Inggris. Inggris sendiri sudah mumpuni sebagai bangsa yang mempunyai etos kerja tinggi. Anda tentu ingin tahu kenapa musim bisa mempengaruhi keberhasilan suatu bangsa??

Bayangkankanlah ribuan tahun yang lalu atau bahkan jauh kebelakang dimana pakaian belum ditemukan. Orang-orang Inggris maupun Jepang pastinya akan menggigil kedinginan dan mati. Akan tetapi, karena mereka manusia yang dikarunia akal pikiran dan tidak mau tunduk dengan alam, mereka berpikir keras bagaimana caranya melawan cuaca dan iklim yang tidak bersahabat terhadap mereka. Disinilah kreatifitas mereka diuji, mereka mungkin akan membunuh beruang yang bulunya dipakai untuk pakaian, mereka mungkin mengusahakan membuat rumah dari campuran bahan-bahan yang membuat mereka tetap hangat di malam hari, jika mereka tidak berbuat mereka akan mati. Mentalitas seperti inilah yang mengasah mereka untuk terus maju dan tidak menyerahkan pada cuaca, iklim dan nasib. Mentalitas ini diwariskan turun temurun kepada anak cucunya.

Sedangkan kita yang hidup didaerah katulistiwa , dimana sepanjang tahun diberkahi sinar matahari yang berlimpah dan hujan yang menyejukkan menjadi bangsa pemalas. Kalo panas yang tinggal gak pake baju, kalopun dingin, ngga dingin-dingin amat. Tanam padi tumbuh padi, tanam pisang tumbuh pisang. Enak betul, karena alam memanjkan, kita jadi santai-santai. Dan lama-kelamaan jadi malas, sesudah malas jadi malas semuanya termasuk berpikir dan berkratifitas.

Contoh nyata sudah ada. Kemanapun orang Inggris ditempatkan, mereka selalu membuat suatu kemajuan yang berarti. Contoh: Austrlia dan South Africa. Malah Austrlia Negara tetangga kita yang maju itu merupakan orang-orang Inggris buangan alias para pelaku kriminal yang dibuang jauh-jauh dari kerajaan inggris. Amerika Serikat dan Kanada yang masih satu rumpun menjadi bukti lainnya.

Anda mungkin bertanya, kenapa Singapura yang letaknya dikhatulistiwa menjadi Negara maju? Lee Kuan Yew (Founding Fathernya Singapura) adalah lulusan Cambridge, Universitas terkenal di Inggris selain Oxford. Sedangkan Oxford sudah mencetak pemimpin pemimpin dunia. Mau tambahan bukti lain lagi??, Mahatir Muhammad, Pm Malaysia yg paling terkenal sepanjang sejarah adalah Lulusan Nottingham University. I am not saying all famous people/leaders are British educated but it seems that All leaders and famous people are graduated from British University.

Wednesday, October 12, 2005

Perlu KKN untuk hidup di negeri yg "Makmur" ini

Hi para bloogers,

Saya seorang lulusan Universitas di Inggris yang tidak diterima bekerja di perguruan tinggi negeri di Bali. I thought kita tidak perlu KKN untuk bisa lulus tes jadi peg negeri sipil, i was over confident, saya pikir dgn menjadi lulusan luar negeri pasti gampang cari kerja. Tapi gak papa. At least saya masih bisa jalani bisnis saya dan biarlah yang memang benar2 memerlukan jadi peg negeri yang jadi peg negeri.

Yang tidak saya abis pikir, lulusan peternakan, pertanian dan sastra indonesia bisa diterima jadi pengajar di Instansi tsb yang jelas2 gak ada hubungannya dengan pariwisata. Saya mungkin juga tidak ada hubungannya , karena saya tourism graduated bukan lulusan pariwisata, pikir mereka. Yah apa boleh buat. Melalui blog ini saya ingin mencurahkan segala pemikiran saya yg tidak mungkin saya keluarkan di depan kelas.

Am i a loser, jelas tidak, merekalah yang loser yang tidak mempekerjakan saya. Tunggu 10 tahun lagi, saya akan buat sekolah pariwisata sendiri dengan modal sendiri. Mereka umumnya hanya tahu teori dengan buku-buku mereka yg tidak up to date dan lapuk.