Negara seribu museums
Saya ingin katakan bahwa the UK adalah negara dengan seribu museum. Kalau pulau bali terkenal dengan pulau seribu pura, Inggris adalah negara dengan seribu museum. Museum apa saja ada disana. dan semua museum itu menghasilkan, kalupun tidak menghasilkan , masih ada dana dari penjualan lotere.
Masih segar dalam ingatan saya, ketika berjalan kedaerah-daerah, kalo disini setara kecamatan, di daerah ini terdapat museum, di daerah itu terdapat juga museum. Museumnyapun unik2 adanya, ada museum mesin tik; museum telepon gengam, museum patung lilin, museum tank, museum helikopter, dan museum-museum lainnya.
Kalo di Indonesia museum bersifat statis, dimana orang datng melihat dan brkata oh ya begitu toh!!, dimana anak-anak kecil tidak dapat menikmati. Di Inggris sendiri, terdapat apa yang namanya ilmu intepretasi, dimana ada keinginan pemilik/pengelola museum untuk memperhatikan si kecil while his/her parents enjyoing the scene of the museums. so, the make semcam permainan detektif-detektifan, dimana si kecil disuruh untuk menghitung berapa jumlah burung, lukisan dan hal-hal yang menarik untuk dijelajahi. Si kecil belajar sambil bermain dan orang tua merasa senang karena tidak diganggu oleh si kecil. Pernahkah pemerintah kita memperhatikan sampe sekecil itu, jelas tidak... Boro-boro memperhatikan itu, rakyat miskin aja, banyaknya luar biasa ditambah dengan teroris dimana-mana....
So mari kita lanjutkan, museum di inggris adalah salah satu tempat yang asik buat anak-anak dan orang dewasa. Anak-anak bisa langsung melihat secara langsung ilmu-ilmu yang dia dapat pelajari di buku-buku. semuanya itu bersifat interaktif. Saya jadi teringat, betapa begitu bencinya saya dengan ilmu fisika ketika di SMA, (saya terus mendapatkan nilai 5-6, meskipun ikut les). begitu saya masuk ke museum science and technology , saya jadi mengerti hukum-hukum fisika yang sederhana sampai yang rumit.
Di museum science dan teknologi ini, semua penemuan oleh newton, aristoteles, archimedes dibuat sebagaimana aslinya dan hebatnya lagi anak-anak bisa berinteraksi secara aktif melalui jalan meyentuh, memindahkan, melewati, menggeser..... no wonder anak-anak di eropa lebih rendah tingkatan stressnya dari anak-anak indonesia. bayngkan anak indonesia disuruh membayangkan oleh gurunya tentang prinsip bagaimana pelatuk ditarik dengan rumus gini gitu tanpa memperlihatkan pelatuk itu sendiri. Mereka hanya menggambarkan di papan. anak indonesia dituntu berinajinasi, berkhayal tingkat tinggi.... benar-benar cara belajar yang membosankan. Seperti mengajar cara bermnain bulu tangkis tanpa pernah pegang raket bulu tangkis.....
Saya akan lanjutkan tulisan ttg museum ASAP. "I have a dream, one day we will have a museum for our kids, where our kids no longer needs to imagine the process but see the things live and learn how these things work"
Masih segar dalam ingatan saya, ketika berjalan kedaerah-daerah, kalo disini setara kecamatan, di daerah ini terdapat museum, di daerah itu terdapat juga museum. Museumnyapun unik2 adanya, ada museum mesin tik; museum telepon gengam, museum patung lilin, museum tank, museum helikopter, dan museum-museum lainnya.
Kalo di Indonesia museum bersifat statis, dimana orang datng melihat dan brkata oh ya begitu toh!!, dimana anak-anak kecil tidak dapat menikmati. Di Inggris sendiri, terdapat apa yang namanya ilmu intepretasi, dimana ada keinginan pemilik/pengelola museum untuk memperhatikan si kecil while his/her parents enjyoing the scene of the museums. so, the make semcam permainan detektif-detektifan, dimana si kecil disuruh untuk menghitung berapa jumlah burung, lukisan dan hal-hal yang menarik untuk dijelajahi. Si kecil belajar sambil bermain dan orang tua merasa senang karena tidak diganggu oleh si kecil. Pernahkah pemerintah kita memperhatikan sampe sekecil itu, jelas tidak... Boro-boro memperhatikan itu, rakyat miskin aja, banyaknya luar biasa ditambah dengan teroris dimana-mana....
So mari kita lanjutkan, museum di inggris adalah salah satu tempat yang asik buat anak-anak dan orang dewasa. Anak-anak bisa langsung melihat secara langsung ilmu-ilmu yang dia dapat pelajari di buku-buku. semuanya itu bersifat interaktif. Saya jadi teringat, betapa begitu bencinya saya dengan ilmu fisika ketika di SMA, (saya terus mendapatkan nilai 5-6, meskipun ikut les). begitu saya masuk ke museum science and technology , saya jadi mengerti hukum-hukum fisika yang sederhana sampai yang rumit.
Di museum science dan teknologi ini, semua penemuan oleh newton, aristoteles, archimedes dibuat sebagaimana aslinya dan hebatnya lagi anak-anak bisa berinteraksi secara aktif melalui jalan meyentuh, memindahkan, melewati, menggeser..... no wonder anak-anak di eropa lebih rendah tingkatan stressnya dari anak-anak indonesia. bayngkan anak indonesia disuruh membayangkan oleh gurunya tentang prinsip bagaimana pelatuk ditarik dengan rumus gini gitu tanpa memperlihatkan pelatuk itu sendiri. Mereka hanya menggambarkan di papan. anak indonesia dituntu berinajinasi, berkhayal tingkat tinggi.... benar-benar cara belajar yang membosankan. Seperti mengajar cara bermnain bulu tangkis tanpa pernah pegang raket bulu tangkis.....
Saya akan lanjutkan tulisan ttg museum ASAP. "I have a dream, one day we will have a museum for our kids, where our kids no longer needs to imagine the process but see the things live and learn how these things work"
